July 12, 2010

KOMIK

Pas lagi jalan2 ke mal, aku mampir ke Toko Buku ********, karena Devi nitip buku resep masakan. Pas ngelewatin barisan rak-rak buku itu ... ada satu barisan isinya komik2 aja ... salah satunya TINTIN ... aku lirik judulnya "Di Tanah Sovyet" ... "wah belum punya yang ini nih", batinku ... setelah aku liat satu per satu ... ternyata ada beberapa yang baru (baca: menurutku) yang aku belum punya ... tapi aku belinya satu aja dulu .. he he he ... soalnya harganya gak terbilang murah juga, menurut ukuranku loh yah. Lumayanlah buat nambah2 koleksi TINTIN-ku ...

Waktu masa kecilku dulu, orangtuaku selalu membelikan TINTIN ... nah berhubung saudaraku laki2 semua, mereka agak cuek dengan urusan simpan menyimpan, jadi aku-lah yang simpen sampe sekarang ... walopun kertasnya sudah mulai menguning karena lamanya dan ada sebagian yang sudah copot halamannya, tapi tetep masih utuh. Oh yah ada perbedaan juga di ukuran komiknya, kalo dulu lebih besar dan kertasnya lebih tipis, untuk yang sekarang, ukurannya lebih kecil tapi kertasnya lebih tebal.

Setelah buku resep masakan pesenan Devi dapet, aku juga sudah ambil TINTIN "Di Tanah Sovyet" ... yang aku harus lakukan berikutnya adalah ke kasir ... ngapain lagi .. kalo gak bayar ... pas lagi antri bayar di kasir, di dekatnya tuh ada rak buku ... dari beberapa tumpukan buku yang ada disitu ... ada satu tumpukan yang menarik mataku ... yaitu komik AGEN POLISI 212 ... aku liat2lah ... ternyata ada beberapa seri ... "aku mau koleksi komik ini ah", aku bilang itu ke temenku ... dia bilang "yah udah" ... aku ambil 1 dari beberapa seri yang ada ... pas bayar di kasir ... aku tanya ke mbak2nya ...

E: "kalo pake kartu kredit, minimum berapa, mbak?"

Mbaknya sambil liat buku2 yang aku beli ... ada 3 berarti kan yah; 1 buku resep masakan, 1 komik TINTIN, dan 1 lagi komik AGEN POLISI 212 ...

Mbaknya: "bisa kok pake kartu kredit, ini (sambil nunjuk buku resep masakan & AGEN POLISI 212) diskon 20% kalo pake kartu ***".

Langsung aja dengan antusias aku bilang "aku punya, mbak".... sambil aku buka dompetku. Wah lumayan nih, hari gini ada yang ngasih diskon 20%, nah langsung aja aku minta tolong temenku untuk ambilin komik AGEN POLISI 212-nya 2 lagi ... jadi 3 deh aku punya komik ini.

(please click image for larger view)

July 07, 2010

"TEMAN": SEBUAH RENUNGAN


Kalo dia lebih canggih dalam bidang teknologi daripada aku, aku bersyukur karena Tuhan memberiku seorang sahabat yang mau mengajariku dengan sabar.

Kalo dia lebih cakap dalam menyelesaikan pekerjaannya daripada aku, aku bersyukur karena Tuhan selalu memberiku pertolongan saat aku mendapatkan kesulitan.

Kalo dia dikelilingi oleh anak2 dan suami yang mencintainya, aku bersyukur karena Tuhan memberiku orangtua dan saudara yang sangat menyayangiku dan menerimaku apa adanya.


TAPI ...

Kalo semua kebaikanku yang aku berikan dengan tulus kepadanya, dibalas dengan membicarakanku dibelakangku, aku hanya bisa berharap semoga Tuhan segera menyadarkannya.


June 28, 2010

KNIGHT & DAY

Semenjak dia pindah kerja, banyak sekali perubahan yang terjadi pada hubungan kita, salah satunya yaitu hobby nonton kita, kalo sebelum dia pindah, kita bisa nonton seminggu dua kali, tapi sekarang gak lagi ...

Week-end kemarin, seperti minggu2 sebelumnya, aku jalan sama dia ... karena banyaknya tempat yang mau kita datangi, jadi kita gak memasukkan jadwal nonton ... takut gak keburu ... eh pas kita lagi jalan2 ke salah satu mal, aku liat poster film KNIGHT & DAY ini ... yang main Tom Cruise sama Cameron Diaz ... aku jadi kepingin nonton deh, dengan sedikit memaksa, akhirnya dia mau juga nemenin aku ... Terima kasih yah ....

A : Kita nonton gak?
D : Emang mau nonton apa?
A : Knight & Day
D : Bukannya kamu gak suka Tom Cruise?
A : Yah suka lah, cakep

Filmnya lumayan lama, ± 1 jam 45 menit, seru ... tapi ada gak masuk akalnya juga ... Begini ceritanya ...

Hati-hatilah kalau ingin berkencan dengan seseorang, apalagi jika orang itu tidak Anda kenal.

Tak ada yang tahu apa yang akan Anda hadapi dalam kencan buta seperti ini. June Havens (Cameron Diaz) juga tidak pernah tahu kalau kencannya kali ini membawanya ke sebuah petualangan yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.

June yang merasa bahwa kehidupan asmaranya tak pernah berjalan lancar setuju berkencan dengan Roy Miller (Tom Cruise) yang belum pernah ia kenal sebelumnya.

June yang selama ini hidup tentram dan damai berharap bahwa kencan buta ini bisa mempertemukannya dengan sang pangeran tampan yang selalu ia impikan.

Tanpa sepengetahuan June, Roy ternyata adalah seorang agen rahasia.

Dan saat dua orang yang saling bertolak belakang ini bertemu, hasilnya benar-benar di luar dugaan.

Sebelum June menyadari apa yang terjadi, tiba-tiba saja ia sudah terlibat petualangan Roy melindungi hasil temuan seorang ilmuwan yang konon akan menjadi sumber energi alternatif yang mampu mengubah dunia.

Kalau sumber energi alternatif ini jatuh ke tangan orang yang salah maka bisa dipastikan seluruh dunia akan dibuat kacau oleh orang ini.

June 14, 2010

PRINCE OF PERSIA, SEX AND THE CITY 2, and THE KARATE KID

Karena kesibukanku yang lumayan padat 2 minggu belakangan ini ... jadi aku belum sempet posting film2 yang sudah aku tonton ... Aku sempet nonton 3 film ... PRINCE OF PERSIA & THE KARATE KID itu pilihan temenku ... sudah bisa ditebak donk, pilihanku apa ... yah pastinya sama dengan cewek2 yang lainnya, SEX AND THE CITY 2...

THE KARATE KID


Dre Parker (Jaden Smith) terpaksa pindah dari Detroit menuju China, karena sang Ibu (Taraji P. Henson) mendapat pekerjaan di negeri Tirai Bambu itu. Ayah Dre sendiri telah meninggal dunia.


Awalnya Dre sangat menikmati lingkungan barunya itu sampai akhirnya ia berkenalan dengan Mei Ying (Wenwen Han). Gadis cantik yang sedang belajar biola itu tiba-tiba saja diganggu oleh Cheng (Zhenwei Wang). Dre pun berusaha menghentikannya.

Namun justeru Dre yang kena bogem mentah dan dihajar habis-habisan oleh Cheng yang ternyata jago kung fu. Cheng mau Dre tak lagi mendekati Mei Ying.

Kejadian itu amat membekas di diri Dre. Ia pun stres karena terus menerus ketakutan akan ancaman Cheng dan kawan-kawannya. Sampai akhirnya Dre mencoba melawan. Apa daya ia kalah jumlah dan kemampuan.

Beruntung Dre ditolong Mr Han (Jackie Chan). Meski samar-samar ia bisa melihat Cheng dkk kocar-kacir dihajar Mr Han yang ternyata jago kung fu. Ayah Cheng, Master Li (Rongguang Yu) tak terima anaknya dihajar Mr Han.

Li memaksa Han bertarung. Mr Han menolak dan mebuat kesepakatan agar Cheng dkk tidak mengganggu Dre hingga tiba turnamen kung fu. Mr Han berjanji akan mengajari Dre untuk bisa melawan Cheng di turnamen kung fu.

Jalan cerita The Karate Kid (2010) ini tak berbeda jauh dengan film The Karate Kid bikinan 1984. Sama-sama tentang anak yang tertindas dan melawan musuhnya dalam turnamen beladiri.

Suasana yang dihadirkan sutradara Harald Zwart cukup segar. Bagi anak-anak jaman sekarang tak perlu khawatir tidak tahu film The Karate Kid terdahulu, karena di sini seperti diceritakan ulang, namun dengan gaya yang baru.

Pemandangan alam di China yang sangat indah dihadirkan dalam frame yang menarik membuat kita betah duduk hingga dua jam lebih. Sosok Jackie Chan yang humoris membuat kita kerap tersenyum dengan aksi kocaknya (meski ia tampil sebagai orang yang murung dan serius).

Hanya saja akting Jaden Smith di film ini masih kalah bagus ketimbang saat ia bermain bersama ayahnya di film Pursuit of Happyness. Di film itu, Jaden yang saat itu masih lebih muda usianya tampil dengan akting natural dan amat mendalami perannya.

Meski jalan ceritanya sederhana, film The Karate Kid ini mampu membuat penonton menahan napas saat terjadi adegan-adegan beladiri. Begitu juga perasaan kita dibuat geregetan melihat aksi Cheng dkk yang begitu jahat kepada Dre. Tak lupa, film ini banyak mengajarkan filosofi kehidupan, sehingga baik jika ditonton anak-anak. (Lucky O)

Judul Film: The Karate Kid
Jenis Film: Drama/action
Pemain: Jaden Smith, Jackie Chan, Taraji P. Henson, Tess Liu, Harry Van Gorkum
Sutradara: Harald Zwart
Penulis: Christopher Murphey
Produser: Jerry Weintraub, Will Smith, Jada Pinkett Smith, James Lassiter
Produksi: Columbia Pictures
Homepage:
http://www.karatekid-themovie.com/
Rating LSF: Remaja (teenage)



SEX AND THE CITY 2


FUN, fashion, and friendship, itulah tiga kata ajaib yang mengikat empat wanita modern berbeda latar belakang dan karakter dalam “Sex and The City”. Dalam sekuel kedua, persahabatan keempatnya semakin kuat dan masing-masing mengintrospeksi kehidupan cintanya.


Cerita khas tentang persahabatan, cinta, dan hubungan sosial menjadi daya tarik film “Sex and The City 2”, seperti yang juga ditampilkan di film seri pertama. Sebagai ikon film, kisah rumah tangga Carrie Bradshaw (Sarah Jessica Parker) dengan seorang ahli keuangan bernama Big (Chris Noth) kerap ditonjolkan. Tapi tidak hanya cinta, perjalanan karier dan persahabatan Carrie pun dikemas apik. Ketiga sahabat yang senantiasa menghidupkan hari-hari Carrie, adalah Samantha Jones (Kim Cattrall) yang bekerja sebagai Public Relation, Miranda Hobbes (Cynthia Nixon) seorang pengacara, dan Charlotte York (Kristin Davis) seorang kurator.

Scene-scene awal film bergenre komedi romantis ini menyoroti satu per satu kehidupan Carrie, Miranda, Charlotte, dan Samantha. Charlotte yang sedikit keletihan mengurus dua anak, Miranda yang gamang dengan pekerjaannya, Carrie yang semakin memaknai perjalanan rumah tangganya, dan Samantha yang masih asyik dengan karier dan lika-liku kehidupan seksnya. Hari demi hari berlalu, keempatnya menjalani rutinitas yang rasanya kian membosankan.

Bagai oase yang menyembuhkan dahaga, Charlotte, Carrie, dan Miranda segera mengiyakan ajakan Samantha ke Abu Dhabi. Awalnya, Samantha mendapat tawaran ke Abu Dhabi saat menghadiri premiere film mantan pacarnya yang kini telah menjadi aktor, Smith Jerrod (Jason Lewis). Di acara tersebut, Samantha bertemu sang produser yang ternyata pengusaha kaya raya asal Timur Tengah, Sheikh Khalid (Art Malik). Ia diminta Khalid untuk mempromosikan kerajaan bisnisnya di Amerika Serikat.

Tak ingin menikmati perjalanan sendirian, maka berangkatlah empat serangkai sahabat ini ke Abu Dhabi. Di hotel mewah milik Khalid, Samantha dkk mendapatkan pelayanan superpremium (suite), seperti kamar dengan interior dan fasilitas kelas atas, pelayan pribadi, hingga mobil Maybach dengan sopir pribadi untuk masing-masing.

Traveling berjarak sekira 10.000Km dari the Big Apple ini menyajikan banyak kisah menyenangkan bagi keempatnya. Seperti satu adegan saat mereka menikmati makan siang di tengah gurun pasir dengan pelayananan lux yang selalu siap sedia.

Film terasa berwarna dengan culture shock keempatnya yang selama ini dikelilingi kebiasaan dan budaya New York. Meski Miranda membekali diri cukup dengan bahasa dan tradisi komunitas Muslim Timur Tengah, toh masalah geger budaya tetap saja ditemui. Misal, saat Samantha dilaporkan sepasang suami-istri karena dianggap telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan di muka umum. Padahal, ia mengaku hanya berciuman dengan Aidan, pria seksi yang menemuinya di bar, dan tidak bercinta di pantai seperti yang dituduhkan.

Di tengah kesenangan di Abu Dhabi pula, mereka menghadapi permasalahannya masing-masing. Tapi dengan terus memegang nilai friendship, masalah dan ketakutan itu menjadi hikmah bagi langkah kehidupan yang bakal mereka tapaki berikutnya.

Charlotte tak lagi paranoid suaminya bakal selingkuh dengan baby sitter-nya, Erin, yang seksi. Selain ternyata Erin penyuka wanita, Charlotte pun makin teguh menikmati perannya sebagai ibu. Rasa letih, katanya, sebanding dengan kebahagiaan yang didapatnya dari dua bidadari kecilnya. Carrie dan suami semakin kuat ikatan cintanya di usia kedua pernikahan.

Sementara Samantha yang meski dikenal agresif, selalu mengutamakan nilai persahabatan. Ia bahkan berani menolak ajakan seorang pria seksi saat hang out bersama sahabatnya di bar. Menurutnya, pria banyak dan bukan masalah, karena kita (ia dan sahabatnya) adalah belahan jiwa. Dan Miranda, mencari tempat kerja yang mau mendengar “suara” alias ide-idenya, tanpa mempermasalahkan gender, bahwa suara itu datang dari wanita.

Sejak dibuat dalam serial, segala yang ditampilkan dalam film “Sex and The City” menjadi trendsetter wanita masa kini, termasuk fesyen. Keempat wanita representasi wanita modern ini tak henti-hentinya menyuguhkan gaun-gaun cantik karya desainer ternama.

Sutradara : Michael Patrick King
Penulis : Candace Bushnell Darren Star Michael Patrick King
Produser : Michael Patrick King Sarah Jessica Parker Darren Star John Melfi
Pemain : Sarah Jessica Parker Kristin Davis Kim Cattrall Cynthia Nixon Chris Noth(uky)


PRINCE OF PERSIA


Liputan6.com, Jakarta: Berseting di Persia, Prince of Persia mengisahkan tentang perjalanan seorang pangeran bernama Dastan. Ia harus memulihkan nama baiknya karena dituduh menjadi penyebab kematian sang raja.


Dalam perjalannya Dastan bertemu Tamina, seorang putri misterius dari Negeri Alamut yang diperankan Gemma Arterton. Bersama Tamina, pangeran yang pandai bermain pisau ini terseret sebuah petualangan baru, mencegah seorang penguasa jahat yang ingin menguasai belati keramat. Sebab, belati tersebut mampu menciptakan badai besar, yaitu The Sands of Time.

Prince or Persia diadaptasi dari game komputer dan sangat populer di kalangan gamer. Film ini juga didukung akting Sir Ben Kingsley dan Alfred Molina. Film ini akan diriilis di Indonesia pada akhir Mei.(BOG)



div>

June 01, 2010

GET A NEW JOB

(gambar diambil dari Micrososft Clip Art)

Sedih, syok, dan bingung. Itulah yang aku rasakan saat tiba2 orang yang belakangan ini sangat dekat dengan aku ngomong "Wi, mulai minggu depan, kita ketemunya cuma bisa week-end aja".

Aku tau sih dia memang mau pindah kerja karena udah gak cocok banget sama bosnya. Sebenernya dia sayang juga ninggalin kantornya, mengingat dia sudah cukup lama kerja disitu (belasan taun, bo') dan juga temen2nya enak, katanya. Tapi kalo dia tetep stay disitu, bisa gila lama2.

Waktu dia interview, aku sempet diajak, jauh banget kantornya. Tapi meskipun jauh, kalo dia merasa lebih nyaman, yah mau gimana lagi. Aku gak sangka aja akan secepat ini prosesnya. Habis tiap kali aku tanya tentang rencana pindah kerjanya, dia kayak gak suka gitu, malah ngomong "jangan ngomongin itu deh, nanti malah merusak suasana". Semenjak itu, aku gak pernah tanya2 lagi. Eh tau2 dia ngomong seperti itu.

Aku sih sebetulnya sudah curiga karena sikap dia belakangan ini lain dari biasanya, apalagi pas hari itu, pas dia mau ngasih tau aku, di mobil dia gak banyak ngomong, padahal mah biasanya gak begitu. Ada aja yang diceritain ato dibahas. Aku sempet tanya "kenapa sih kok diem aja?". "Gak papa", katanya. Dipaksain ngobrol juga gak enak jadinya kan, nah daripada diem aja di mobil, aku BBM-an-lah sama temenku, eh dia ngomong "serius amat sih BBM-an-nya". "Habis kamu cuekin aku".

Akhirnya sambil ngelus2 rambutku, dia ngomong tentang keputusannya itu. Dia berat banget mau ngasih tau aku, takut aku kepikiran dan lain2nya lagi, karena dia tau aku juga lagi ribet sama hidupku. Makanya aku baru dikasih tau 2 hari sebelum kepindahannya. Walopun dia ngomongnya sudah sangat hati2 supaya aku gak kenapa2, tapi tetep aja aku nangis. Hm ternyata gak gampang buat aku kalo jauh dari dia. Dia janji gak akan ada yang berubah, cuman frekwensi ketemunya aja yang berkurang.

Kamu yang sangat sabar kalo aku lagi marah2
Kamu yang sangat baik dan ngemong aku
Kamu yang sangat manjain aku ... sampe2 mau parkir aja nanya aku "mau parkir dimana?" ... walopun naik mobil kamu
Kamu yang punya persediaan maaf gak ada habis2nya
Kamu yang tidak pernah lupa nelpon aku di pagi, siang, sore bahkan malam hari
Kamu yang selalu tanya aku sudah makan ato belum
Kamu yang selalu bilang hati2 kalo aku lagi nyetir
Kamu yang mendadak cerewet kalo aku sakit
Kamu yang rajin ngajak aku nonton
Kamu yang telaten nemenin aku belanja
Kamu yang selalu gandeng aku kalo kita lagi jalan
Kamu yang selalu berusaha untuk buat aku happy

Apapun keputusan kamu, mudah2an itu yang terbaik dan aku selalu support kamu.
Hari ini kamu sudah mulai kerja di kantor yang baru. Mudah2an kamu betah, temen2nya asyik, dan yang pasti dapet BOS YANG BAIK.

Kamu yang aku sayang
Kamu yang pasti aku kangen
kangen lunch sama kamu
kangen bolos dan cuti sama2 kamu
kangen gaya kamu kalo ngeledekin pipiku yang tembem ini
kangen semua2 yang ada di kamu ...





May 25, 2010

IP MAN 2

Temenku udah ber-kali2 ngajak aku nonton film ini ... tapi aku gak mau terus ... habis aku gak nonton yang sebelumnya ... takutnya gak ngerti gitu ... sementara temenku nonton yang sebelumnya ...

Sampe pas kita mau pergi nonton ... dan gak ada pilihan film lagi ... akhirnya IP MAN 2 inilah yang jadi pilihannya ...

Ternyata filmnya lumayan bagus ... ada pembelajaran yang bisa kita dapat dari film ini ... pertama, orang tuh gak selamanya selalu jadi nomer 1 ... kedua, orang boleh beda status sosial tapi untuk harga diri semua orang itu sama ... maksudnya, orang yang ber-status sosial lebih tinggi tidak boleh meremehkan orang yang ber-status sosial lebih rendah ...

Continuing from where the first film left off, Wing Chun master Ip Man and his family move to Hong Kong in the early 1950s after their escape from the Japanese. There, he desires to open a school to propagate his art, as well as make his living, but he has difficulty attracting students due to his lack of reputation in the city. One day, a young man named Wong Leung (Huang Xiaoming) appears and promptly challenges Ip to a fight to test him, but is easily defeated in a brief bout. Leung leaves humiliated, only to return with some friends to gang up on him. Ip beats them as well. Stunned and impressed by his skills, Leung and his friends become his first students, bringing more disciples to help the school thrive. Ip later encounters his old friend Chow Ching-chuen (Simon Yam), and his son Kong-yiu while out shopping; Chow had apparently suffered a gunshot wound to the head from the Japanese. As a result, he suffered brain damage that has affected his memories, leaving the pair of them destitute. Ip is saddened by his friend's fate and offers to help Kong-yiu take care of his father, providing him with a job at a newspaper agency run by a friend.

Meanwhile, Leung is caught pasting leaflets promoting Ip's school by some
Hung Ga students. One of them challenges Leung to a fight and loses, but his friends take Leung hostage in revenge, hoping to extort money from his master. Ip receives word of the kidnapping and goes to the local wet market as appointed, but the meeting ends in a confrontation with a growing mob of Hung Ga students. Ip and Leung fight their way outside to meet Jin Shanzhao (Fan Siu-Wong) — the martial artist and former bandit in the first film — who comes to their rescue with his own gang. Renowned Hung Ga master, Hung Chun-nam (Sammo Hung), arrives to break up the fight. Ip introduces himself, and Hung informs him that to set up his own school, he must be subjected to a ceremony where he must be challenged by the city's Kung Fu masters. Ip, Leung and Jin are subsequently arrested by Fatso (Kent Cheng) for disturbing the peace, but they each manage to make bail and are released. Hung is then shown to be acting as a collector for the other masters and himself as part of a protection racket, headed by Superintendent Wallace, a corrupt officer in the Hong Kong police.

Ip attends the ceremony and defeats his first challengers, and then strikes a
draw with the last challenger, Hung. Ip is allowed to keep running his school on the condition that he pay the monthly protection fees, but he declines. Hung thus has his students loiter in front of the Wing Chun school and harass anyone interested, causing a street brawl between them and Ip's disciples. Ip is thus forced to close up and move the school nearer to home. He soon confronts Hung for his bullying and their respective views on integrity, then nearly engage in another brawl before being interrupted by Hung's family. Ip respectfully leaves, and the next day, Hung invites him to a British boxing match he had helped to set up.

The boxing competition begins with the various martial art schools demonstrating their skills. However, the event's star boxer, Taylor "The Twister" Milos (
Darren Shahlavi), looks down on the display and openly insults and attacks the students, causing chaos as the masters try to restore order. Hung accepts Twister's challenge to a fight so that he can defend his culture's honour. While Hung's skills are evident and possibly superior to The Twister's, he soon begins to weaken from asthma, causing him to sustain severe injuries. Although Ip tries to persuade Hung to stop the fight, the latter states it is essential to defend the honor of Chinese culture, referring to The Twister's earlier disrespect and insults. The Twister takes advantage of Hung's weakened state and brutally kills him. News of Hung's murder rapidly spreads throughout the enraged Chinese populace, and Wallace acts quickly to suppress further spread of the news, arresting the editor of the local newspaper, Leung Kan, and attempting to break his hands with a baton to warn him against further publication. The scandal resulting from the fight also prompts British authorities to hold a press conference. Hung's death was ruled an accident, and it is announced that another match will be held in which Twister will accept any challenge from the Chinese out of goodwill. Twister takes the opportunity to mock Chinese traditions and declares his belief that the Chinese are too weak to defeat or even challenge him. Ip arrives and accepts the challenge.

Wing-sing goes into
labor while Ip trains for the fight. Shortly after, Ip begins his fight with Twister. Initially, Ip has trouble effectively injuring Twister and takes several heavy blows. Finding his rhythm, he is able to briefly incapacitate Twister. Angry, Twister ambushes Ip with a heavy blow to the face after the bell announcing the end of a round is rung. To add insult to injury, the judging panel, heavily dominated by Western judges, rules to ban kicks, limiting Ip's fighting style. Without time to adjust, Ip takes several more hard blows and is knocked down again. Encouraged by Hung's words and courage in his dying moments, Ip gets up again, and in a flurry of his own blows (mixed in with several of Hung's techniques), he knocks out his opponent but shows mercy and restraint (contrary to Twister's earlier actions in killing Hung). As the Chinese audience cheers, Wallace is arrested by his superiors for his corrupt behavior, thanks to information provided by Fatso. Ip then gives a speech to the audience, stating that the fight was not to prove one fighting style's superiority over another, and that despite the differences in social classes, there should be no differences in an individual's integrity, wishing for everyone to respect one another. Ip goes home and reunites with his family, with Wing-sing having successfully given birth to their second child. A final scene shows Kong-yiu introducing a young boy to Ip, who wishes to study Wing Chun: Bruce Lee. Ip smiles and tells the boy to come back when he is older.

May 19, 2010

KOTA KEMBANG

Saking sudah jenuh dan suntuknya dengan rutinitas se-hari2 ... aku ambil cuti ... jalan2 ke Bandung ... Aku pergi gak sendiri ... tapi sama temenku yang sangat tau jalanan di Bandung ... supaya cepet dan gak pake acara nyasar2 gitu ...

Begitu sampe Bandung, kita ke FO-FO dulu yang ada di Jl. Setiabudi, Riau, dan Dago ... terus dilanjutkan makan siang di KAMPUNG BASO dan nyobain beberapa risol yang ada di HOUSE of RISOLES ... yang kebetulan lokasinya bersebelahan ... makanannya enak dan pas buat aku.

Perasaan udah kemana2 deh ... tapi kok masih sore aja yah ... akhirnya abis dari situ kita ke PVJ ... saking gak tau lagi mau kemana dan ngapain ... sekalian makan malam aja di CAFE HALAMAN ...

Nah sebelum pulang lagi ke Jakarta, kita mampir ke Jl. Gardu Jati ... minum wedang ronde dan jajan makanan kecil ... Busyet dah seharian makan mulu' yah ...

Bukan aku kalo gak pake foto2 ... berhubung baru pertama kalinya aku ke Kampung Baso dan House of Risoles ... jadi yang aku taruh foto di kedua tempat itu aja ... kalo tempat yang lain kan udah lumayan sering ...